Transformasi STPN Menjadi Politeknik Agraria STPN
PURUK CAHU, dutakalteng.com — Kantor Pertanahan Kabupaten Murung Raya menyampaikan informasi terkait perubahan bentuk kelembagaan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) menjadi Politeknik Agraria STPN kepada awak media pada Senin (7/9/2026). Transformasi tersebut resmi diluncurkan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, pada Sabtu (5/9/2026) di Sleman, Yogyakarta.
Perubahan kelembagaan tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri ATR/Kepala BPN, didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, Sekretaris Jenderal Dalu Agung Darmawan, Kepala BPSDM Agustyarsyah, serta Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad.
Kantor Pertanahan Kabupaten Murung Raya menjelaskan bahwa transformasi ini menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan vokasi di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.
Politeknik Agraria STPN menjadi perguruan tinggi vokasi yang secara khusus mengembangkan pendidikan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang. Transformasi ini diharapkan mampu semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mendukung tugas dan pelayanan pertanahan di Indonesia.
Peresmian Politeknik Agraria STPN tersebut dirangkaikan dengan prosesi wisuda sebanyak 568 Taruna/i. Momentum ini sekaligus menandai babak baru dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.
Dalam proses transformasi tersebut, tiga program studi baru yang mulai diselenggarakan pada tahun akademik 2025/2026 juga telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Ketiga program studi tersebut yakni Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, Sarjana Terapan Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan, serta Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah.
Keberadaan program studi tersebut diharapkan mampu menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan kebutuhan di bidang pertanahan, penataan ruang, survei dan pemetaan, serta pelayanan pendaftaran tanah.
Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyampaikan bahwa transformasi STPN merupakan proses yang telah diperjuangkan selama beberapa tahun. Perubahan bentuk kelembagaan tersebut mencakup penataan organisasi, pengembangan kurikulum vokasi, pembukaan program studi baru hingga penyelenggaraan pendidikan.
Kementerian ATR/BPN juga berkomitmen memberikan dukungan terhadap penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, serta pembiayaan yang diperlukan untuk memperkuat Politeknik Agraria STPN.
Sementara itu, Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad menyampaikan bahwa perubahan bentuk kelembagaan tersebut merupakan hasil dari proses dan perjuangan panjang seluruh civitas academica.
Peresmian Politeknik Agraria STPN yang dirangkaikan dengan wisuda perdana diharapkan menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat peran perguruan tinggi tersebut dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan profesional di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.
Kantor Pertanahan Kabupaten Murung Raya turut menyampaikan bahwa penguatan pendidikan dan kompetensi sumber daya manusia di bidang pertanahan menjadi bagian penting dalam menghadapi tuntutan pelayanan pertanahan yang semakin berkembang dan modern.