Ad

Pemkab Murung Raya Imbau Warga Tak Panic Buying BBM, Wabup RahmantoKepanikan Lebih Berbahaya dari Kelangkaan

Puruk Cahu, dutakalteng.com— Pemerintah Kabupaten Murung Raya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan di tengah munculnya antrean panjang di sejumlah SPBU.

Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, menegaskan bahwa fenomena antrean yang terjadi belakangan ini bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan karena kepanikan masyarakat yang berlebihan.

“Pemerintah Kabupaten melihat ada suasana yang tidak sehat ketika rasa khawatir berubah menjadi kepanikan. Dan kepanikan, kalau dibiarkan, bisa lebih berbahaya daripada kelangkaan itu sendiri,” ujar Rahmanto pada Sabtu (25/04/2026).

Menurutnya, dorongan psikologis masyarakat untuk membeli BBM dalam jumlah besar justru berpotensi menciptakan masalah baru yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Ia menilai, situasi ini harus segera diluruskan agar tidak berkembang menjadi krisis distribusi yang dipicu oleh perilaku panic buying.

Mewakili Bupati Murung Raya, Heriyus M Yoseph, Rahmanto memastikan bahwa ketersediaan BBM di wilayah tersebut dalam kondisi aman dan terkendali. Distribusi dari pihak terkait tetap berjalan normal, sehingga kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi.

“Tidak ada alasan untuk membeli secara berlebihan seolah-olah besok tidak ada lagi. Stok kita cukup, distribusi lancar,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan situasi oleh oknum tidak bertanggung jawab, seperti praktik penimbunan BBM. Tindakan tersebut dinilai tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merugikan masyarakat luas yang membutuhkan kepastian pasokan energi.

Sebagai langkah tegas, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, bahkan membuka sayembara bagi masyarakat yang mampu memberikan informasi valid terkait praktik penimbunan BBM. Hadiah sebesar Rp7,5 juta disiapkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya mendorong partisipasi publik dalam pengawasan.

Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mentolerir segala bentuk permainan di sektor vital yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Murung Raya pun kembali menegaskan pesan kepada masyarakat untuk tetap bijak dalam menyikapi situasi. Stabilitas daerah, menurut Rahmanto, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh kedewasaan dan kesadaran bersama.

“Pesannya sederhana: tetap tenang, beli sesuai kebutuhan, dan jangan ikut menyulut api kepanikan,” pungkasnya.
Baca Juga:
https://www.dutakalteng.com/2026/04/pemkab-murung-raya-imbau-warga-tak.html

Berita Terbaru

  • Pemkab Murung Raya Imbau Warga Tak Panic Buying BBM, Wabup RahmantoKepanikan Lebih Berbahaya dari Kelangkaan
  • Pemkab Murung Raya Imbau Warga Tak Panic Buying BBM, Wabup RahmantoKepanikan Lebih Berbahaya dari Kelangkaan
  • Pemkab Murung Raya Imbau Warga Tak Panic Buying BBM, Wabup RahmantoKepanikan Lebih Berbahaya dari Kelangkaan
  • Pemkab Murung Raya Imbau Warga Tak Panic Buying BBM, Wabup RahmantoKepanikan Lebih Berbahaya dari Kelangkaan
  • Pemkab Murung Raya Imbau Warga Tak Panic Buying BBM, Wabup RahmantoKepanikan Lebih Berbahaya dari Kelangkaan
  • Pemkab Murung Raya Imbau Warga Tak Panic Buying BBM, Wabup RahmantoKepanikan Lebih Berbahaya dari Kelangkaan
Ad
Ad